Bikin program,…. hehehe gampang mas. Mau pake apa? VFP? C? .NET? JAVA? ato mungkin yang pake web? ASP? PHP? AJAX atau COMET? tetep dilayani. Gitu aja kok ndak bisa,…….
Hehehheee,……. keren. Hebat donk,…… asik juga punya bos seperti Aming ini. Untuk urusan softwaredia mumpuni banget. Kalo boleh dikata He knows every twist, and every turn. Semua jenis bahasa pemrograman dia mumpuni. Bahkan yang ndak umum atau belum umum, hampir bisa dipastikan dia ngerti.
Sering juga anak buah, dan koleganya disindir dalam beberapa kesempatan. Yang kerjanya kurang cepet lah, yang gitu aja kok ndak bisa lah. Apalagi kalo sudah berhubungan dengan komputer. Setiap kali ditanya atau diminta pendapat mengenai hal yang ada hubungannya atau berbau IT, aku sendiri jika mendengarkan justru bingung. Dia bener-bener sukses bikin para pendengarnya angguk-angguk tanda mumet.
Aku pernah kerja satu team dengan Aming pada sebuah project pemerintahan dengan dia. Sewaktu ada permintaan adjustment sistem, seluruh team meeting kecil untuk mencari jalan keluar. Aming yang menjabat sebagai senior system analyst justru tidak pernah memberi ide atau paling tidak mencoba untuk membahas bersama. Sialnya lagi, semua pertanyaan justru dibalikkan ke team dengan pertanyaan. Walaupun waktu itu dia juga duduk satu ruangan dengan kita semua, tapi seakan-akan cuman tubuhnya aja. Otak, hati, jiwa dan seluruh isinya, ndak tau lagi melancong kemana???
Untung aja masa itu sudah berakhir, aku sudah tidak kerja bareng dia lagi. bisa tambah puyeng,… lagian model sindrome seperti ini biasanya menular dan bisa memicu penyakit “ngrasani”.
Kalo dipikir-pikir,…. penyakit sombong memang dilarang oleh agama dan tidak disukai oleh masyarakat, tetapi di lain pihak, menjadi sombong adalah hak tiap individu. Kalo memang dia punya modal untuk sombong, sah-sah aja khan. Menurutku sombong sendiri adalah kristalisasi kebanggaan. Seperti halnya primordialisme yang bisa menyebabkan etnosentrisme. Bukankah semua jika dilakukan berlebihan itu tidak baik? salah satu ayat yang cukup nge-trend mengingatkan kita :
“Makan dan minumlah dan janganlah kalian berbuat israf (berlebih-lebihan), sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berbuat israf. “ (QS: Al-A’raaf: 31).
Tidak cuman berlebihan dalam urusan perut. Bahkan untuk urusan lain kita juga diperingatkan untuk tidak berlebihan,……
“Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa disertai dengan berlebih-lebihan dan kesombongan. “ (HR: Abu Daud dan Ahmad, Al-Bukhari meriwayatkannya secara mu’allaq)
kembali ke urusan si Aming. Beberapa kali aku sempat berpikir, apakah dia benar-benar sombong? atau kami yang mengatakan dia sombong, justru lebih menyombongkan diri karena tidak berlaku sombong? Si Aming memang kaya, sholatnya ndak pernah telat, kalo sakit dia mesti cari fakir miskin untuk dikasih sedekah sambil minta didoain sembuh,….. (dokter nggak laku dong
), otak dia juga encer.
Semua yang dilakukan si Aming adalah salah menurut kita. Dia berhasil bikin software untuk ini dan itu, kita justru bilang dia curi ide dari kita. Kita sibuk metani kelemahan, kekurangan dan kesalahan dia. Mungkin kita memang kaya ide dan rencana. Tapi plan without action is nothing. Kalo bisanya cuman ngrasani dan menggerutu di belakang tanpa pernah ada kemauan untuk berubah, ya sama aja boong.
Bisa-bisa justru sebenarnya kami aja yang sirik sama si Aming.
Hwahahhaahahhaa,……. bingung deh.
BTW: ada petuah bijak dari orang jawa “Mulat sarira, hangrasa wani”. Yang tujuannya untuk mengajak kita mawas diri. Mencoba melihat lebih dalam mengenai siapa dan apa kita sebenarnya. Memang terkesan abstrak dan ketinggian, tapi jika kita mau belajar dan mencoba untuk melakukan itu, petuah ini akan menjadi safety guard kita dalam bergaul.
Mumpung bulan puasa,……. target ramadhan tahun ini belajar untuk mengendalikan sombong. Alhamdullilah kalo bisa meminimalkan sombong dan lebih menghargai orang lain. Bukankah everything that simple is not as simple as it seen? bahkan jika kita diminta untuk membuat tempe goreng from a scratch, pertama yang harus kita lakukan adalah menciptakan alam semesta?