Mulai dari sistem komputer yang paling sederhana, hingga sistem yang superkompleks sekelas ERP. Juga sistem-sistem lain yang bertaburan di dunia kita. Teknologi hanyalah sebatas tools, sebuah alat bantu bagi manusia untuk mempermudah hidup mereka. Kuncinya tetap pada kemampuan dan kemauan admin untuk me-manage system mereka.
Ironisnya, kebanyakan kasus gagalnya sebuah sistem, pengaruh terbesar justru datang Man Behind The Guns. Cuman sayangnya, kadang kita terlalu sombong untuk mengakui kelemahan kita. Kita lebih seneng menimpakan kesalahan pada teknologi. Sejuta alasan dan setumpuk jargon kita keluarin, yang kadang justru bikin orang lain “ndak mudeng” jadi tabir kelemahan kita.
Seandainya, sebuah komputer, server, kabel, program dan konco-konconya bisa ngomong. Mungkin mereka sekarang udah demo didepan Senayan protes membela hak asasi mereka yang telah diinjak-injak oleh ego makhluk Tuhan yang katanya paling sempurna.
Sekedar komentar subyektif mengenai efek ego orang IT.
Bagi sebagian besar penduduk Indonesia, dunia IT masih bagaikan Land of OZ, penuh misteri dan magic. Mereka tidak ngerti, apalagi paham keruwetan sebuah IT. Tiga model respon orang non-IT yang sering aku temui
- Penasaran, pingin ngerti dan merasa penasaran mengenai how they do it….
- EGP, tipikal kebanyakan orang yang berpendapat,….. biarlah orang IT aja yang ruwet dengan dunianya,…. mereka tinggal bilang Amin dan menikmati aja.
- Alergi.
Aku sendiri emang bukan orang lama di dunia IT, tapi delapan tahun terakhir ini aku merasa pertumbuhan tipe ketiga ini lumayan tinggi.
Beberapa kali aku berkesempatan berinteraksi langsung dengan mereka. Lucunya, rata-rata mereka dulu asalnya justru dari jenis pertama. Dari kalangan yang merasa penasaran dengan dunia IT. Tapi dengan pengalaman yang mereka terima, justru membentuk mereka jadi jenis ketiga. Beraneka ragam alasan yang disampaikan. Karena orang IT pada sombong nggak mau ngajarin lah, belum-belum udah di sindir dan dibikin down moralnya, ada yang udah keluarin duit banyak buat implementasi tapi justru nggak ada jluntrungannya, dan masih banyak lagi.
Kalo menurut kita,….. ah udahlah, tentunya bejibun alasan juga yang bisa kita ucapkan buat conter…….
Nah……Tergantung dari kacamata mana kita melihat. Jika kita di posisi mereka, tentunya IT bukanlah lagi sebuah dunia bersahabat yang menjanjikan berbagai macam buah. Tapi, alangkah baiknya kalau kita lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menempatkan IT sebagai strategic partner mereka. Jangan sampai potensi yang seharusnya dapat menjadi partner kita dalam mengembangkan pemanfaatan IT, justru kitalah sendiri yang membuat mereka melawan kita.
Semoga pemahamanku salah, selamat merayakan Sysadmin Day.
Jakarta, 25 Juli
[Harvey Dent] “Either you die a hero or you live long enough to see yourself become the villain.”
