Assalamu’alaikum Wr Wb
Ya Allah,
Kami sadar kalo Engkau maha tau. Maha mengerti apa yang ada dalam hati kami, walaupun itu hanya tersirat beberapa nano second. Maha mengampuni dan menyayangi kami. Jadi kalo ada salah kata dan ketik, kami sungguh-sungguh memohon maaf dan kasih-Mu.
Ya Allah, bukan berarti kami mencemooh nama-Mu dengan mencoba mengirim email ini kepada-Mu ya Allah (Karena ndak tau alamt email-Nya, akhirnya bertengger di blog), anggap saja ini doa dan permohonan ijin kami ya Allah. Usul kami ini masih bersifat draft, belum fix menjadi MoU. Tapi akan kami sampaikan brief dari usul kami ini.
Ya Allah, pertama-tama kami perkenalkan dulu diri kami. Saya (Tentunya Allah sudah sangat mengenal saya. Jauh lebih memahami dan mengerti saya daripada diri saya sendiri.) dan sahabat saya (udah seperti saudara sendiri) namanya Eko Heri Susanto dari Pacitan, ingin membuat sebuah kesepaakatan. Sebut aja MoU for Automatic forgiveness Procedure. Dalam MoU ini, kami bersepakat akan membuat sebuah stored procedure yang otomatis jalan pada saat ditrigger oleh sebuah kejadian.
Kejadian yang akan kami capture statusnya adalah pada saat salah satu pihak, sebut saja pihak A membuat kesalahan yang menimbulkan dosa pada pihak B. Maka otomatis pada server database pencatatan dosa akan menjalankan procedure pemaafan dari pihak B kepada pihak A. begitu juga sebaliknya.
Procedure pemaafan ini kami harap akan mewakili proses permintaan maaf dan pemberiaan maaf yang biasanya kami lakukan secara offline. Jadi dimanapun, kapanpun dan pada kondisi apapun, kami yang bertandatangan di MoU akan mendapatkan garansi bahwa semua kesalahan yang kami lakukan secara sadar ataupun tidak sadar, langsung ataupun tidak langsung kepada masing-masing dari kami, akan otomatis mendapatkan permintaan maaf. Dan secara berbesar hati pula kami mencoba untuk bersikap tidak sombong dengan selalu memaafkan semua event permohonan maaf. Kalo memang Allah saja mau memberi maaf kepada semua makhluk,.. kenapa kami mesti sombong dengan menahan pemberian maaf?
Cukup sederhana ide kami. Semoga tidak meyulitkan dan membebani apalagi merusak system permaafan antar umat yang sudah ada. Hal ini kami usulkan dalam koridor meningkatkan tali persaudaraan sesama umat. Untuk membuang rasa ewuh-pakewuh saat salah satu dari kami merasa mempunyai salah. Dan untuk lebih mempercepat prosedur permohonan maaf offline yang sudah kami lakukan hingga saat ini. Kami harap, dengan disetujuinnya draft MoU ini, kami tidak lagi terbatas pada jarak, waktu, tempat dan parameter lain yang mempengaruhi hubungan persaudaraan. Walaupun pada esok hari kami sudah tidak mampu untuk bertemu dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung, hati kami sudah tenang bahwa procedure ini akan mewakili kami untuk memberikan maaf.
Semoga Allah mengijinkan dan merestui draft kami.
Wa’alaikumsalam
Tertanda,
Umatmu yang memohon ampun.

Jika ada usulan mengenai draft silahkan aja, saat ini anggota dari MoU ini masih saya dan Makoto aja. Untuk model keanggotaan bersifat open.
hahaha, takon email e Tuhan? mestine root tapi mbuh domain e endi
Waduh, ewuh… Ini harus di jawab oleh sumber yang benar2 kompeten (awas: bukan komputeran seperti aku). Kalo dibedakan sifat manusia dan Tuhan (Alloh SAW), jauh – ga akan sebanding (lha: kalo ini tak teruskan harus mbuka Qur’an, Hadist, tafsir dll-nya uuuuakeh)…
Karena itu aku yo ga bisa njawab, malah mau nambah: kan masih draft, ga perlu susah-susah buat Stored Procedure, langsung di Rollback saja, gimana?
Rollback usul bagus tuh.
Tambahan : konteks di sini bukannya kita ini mau membandingkan sifat Ketuhanan dan kemanusiaan, tentunya memang tidak bisa dibandingkan.
Tujuan utama draft ini sebagaimana terdapat di paragraph terakhir yang berisi mengenai perjanjian antara kami untuk saling memaafkan secara otomatis, dengan seiijn Allah.
hehehheee,……
Sebaiknya MOU itu dihafal lalu dibaca setiap mau tidur sama bangun tidur, Habis itu TAWAKAL PADA ALLAH
[...] outlook bila sudah ada powerful web-based mail client semacam gmail atau yahoo? Entahlah, hanya Tuhan dan yang pakai yang ngerti. Yang jelas, ini adalah beberapa alasan saya mengapa saya menjauhi [...]
selamat malam, artikel yang sangat menarik!
hanya sayangnya saya kurang paham dengan bahasa IT, yang sebenarnya sudah banyak dikenal banyak orang. mungkin saya saja yang terlalu jadul. hehe… tapi, saya sebagai user hanya bisa memahami biasanya sehabis ada salah, saya click undo saja, kalo pengin agak cepet, ya mencet ctrl+z. tapi dalam masalah tertentu, kadang pemakaian undo sangat terbatas. cuma sekali. maka saya harus cari panel history-nya dulu. baru bisa melakukan semacam rollback dengan sekali click saja. untungnya, berkat dukungan sistem operasi yang baru saya dapat dan juga software unggulan yang baru saja diberikan oleh sponsor saya, hal ini bisa dilakukan berpuluh-puluh kali. karena software yang dulu pernah ditawarkan teman-teman kerja saya, selalu mentok pada sekali undo. sehingga tiada maaf untuk kesalahan yang berikutnya. langsung tebas leher! ups, maksud saya, delete.. bikin dokumen baru lagi. sedangkan dengan software baru ini, semua orang bebas melakukan kesalahan, kan gampang di-undo. Karena toh nantinya kita bisa belajar dari kesalahan itu. eh, sebentar… saya barusan jadi mikir, kayaknya saya barusan melakukan kesalahan, terlalu banyak menggunakan perumpamaan yang.. belum tentu bisa dimaafkan oleh admin. sehingga mungkin komentar ini harus di-delete sekalian. hehe.. maaf, bung admin. saya cuma terlalu excited dengan software baru yang sangat sesuai dengan selera dan hati saya. sehingga saya menjadi sangat nyaman dengan diri saya. semoga anda dapat memahami pilihan saya ini. sekali lagi saya minta maaf. terimakasih.